Suka Duka dalam Pekerjaan Tidak Membuat Lukman Berhenti Mencintai Pekerjaannya

 

Mencintai pekerjaan akan membuat kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, tempat kita bekerja dan dapat menjadi ibadah. Kata-kata ini sesuai dengan ungkapan Lukman Juniarto, salah satu sprinter asal Nganjuk yang mencintai pekerjaan yang ia jalani saat ini.  Setelah berprofesi sebagai operator mesin di perusahaan pembuat kardus, Lukman tertarik untuk menjalani kehidupan sebagai Sprinter dengan dukungan dari keluarganya.  

Bermula dari rasa bahagia yang ia rasakan ketika menerima paket di rumahnya, Lukman tertarik juga untuk mengantarkan kebahagiaan untuk orang lain. Baginya dengan menjadi sprinter ia melakukan perbuatan baik dan secara tidak langsung ia menyampaikan amanah untuk mengantarkan kebahagiaan.   “Kerja sekaligus beribadah” ujar Sprinter kelahiran tahun 1997 ini.

Supervisor menjadi sosok yang sangat penting dalam kehidupan pekerjaan Lukman. Setiap kata yang diujarkan oleh supervisor nya menjadi motivasi baginya untuk belajar lebih banyak lagi dan tidak berkecil hati. Begitu pula yang ia alami ketika menerima keluhan saat mengantarkan atau mengambil paket dari / ke rumah pelanggan dan ketika ia merasa kecewa karena belum mendapatkan banyak pelanggan.

“Semenjak bekerja disini saya menyadari bahwa komunikasi itu ternyata sangat penting. Mungkin saya masih belum dapat berkomunikasi dengan baik kepada pelanggan tapi saya mau untuk terus belajar. ” ujar Lukman ketika ditanya apa pelajaran yang ia dapatkan ketika menjadi sprinter. “Selain itu saya juga belajar bagaimana mengatur waktu karena tempat yang perlu saya kunjungi untuk mengambil paket atau mengantarkan paket dalam sehari sangat banyak, apalagi ketika musim hujan tiba”.

Suka duka yang ia alami ini tidak membuat ia larut dalam kekecewaan ataupun kesedihan, ia berusaha bangkit dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik.