Berawal Dari Menangani 1 Drop Point hingga 9 Drop Point

 

 

Menjadi seorang pemimpin tidaklah semudah yang terlihat. Dibalik dari wibawa dan otoritas yang dimiliki tentunya tanggung jawab yang diemban sangatlah banyak. Demikian yang dialami oleh Bapak Anton yang bergabung menjadi karyawan J&T Express sejak awal berdiri pada tahun 2015 dimulai dengan training sebagai supervisor yang menangani 1 drop point hingga diberikan promosi menjabat sebagai Regional Manager cabang Indramayu dan Subang sejak Maret 2017. Dimutasi dari cabang Karawang ke cabang Indramayu dan Subang tidak membuatnya putus asa walaupun jauh dari keluarganya. Justru dukungan dari keluarga lah yang menjadikan Ia seperti sekarang ini.

Sebagai seorang leader, Anton tentunya berusaha untuk menjangkau seluruh tim yang dinaunginya mulai dari sprinter, admin, koordinasi serta transmotor sebanyak 9 drop point di Subang dan Indramayu. Ia selalu mendukung kinerja tim nya supaya bekerja dengan baik lagi. Ia sering memposting kinerja yang dilakukan tim nya sebagai salah satu motivasi kepada karyawan lainnya dan apresiasi atas kinerja mereka.

Gaya kepemimpinan Anton tidaklah selalu kaku tetapi ia juga melakukan pendekatan secara personal dan kekeluarga terhadap seluruh timnya. “Saya kenal baik dengan seluruh tim dibawah naungan saya seperti layaknya keluarga bahkan tak jarang beberapa dari mereka juga curhat masalah pribadi bahkan keluarga mereka kepada saya, biasanya kalau saya bisa bantu saya usahakan untuk bantu mereka” ujar Anton.

Disamping itu, ia juga rutin pergi bersama dengan seluruh timnya seperti memancing, jalan-jalan area Jawa Barat untuk refreshing, ngeliwet bahkan berbuka puasa bersama secara bergilir setiap drop point. Seluruh hal ini Ia jalani untuk terus mempertahankan silahturahmi baik dengan timnya. Walaupun demikian, Anton juga memiliki sisi tegas dalam kepemimpinannya. Ia terus melakukan evaluasi per hari dan terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui seluruh kendala yang dihadapi mereka, fasilitas dan keamanan yang kurang memadai, bahkan kinerja karyawan yang kurang baik. “Karena kami evaluasi per hari jadi akan lebih mudah bagi kami untuk tau kinerja mereka bila menurun. Biasanya saya akan panggil mereka secara personal, tanya kendala nya dan cari solusinya bersama-sama”.