Miliki Rumah Sendiri Bukan Lagi Impian Untuk Yuri

Setiap orang mempunyai mimpinya masing-masing, dan berusaha untuk mengejar impian tersebut. Begitu pula yang dijalani Yuri Santoso, yang bertugas sebagai Kepala Gudang di J&T Express Semarang Gateway. Bekerja mengelola gudang tak membuat Yuri urung dengan keinginannya memiliki rumah sendiri, dia adalah pekerja keras yang tak mau mudah menyerah, dengan tekad yang besar, ia bisa konsisten mengatur kebutuhannya. Hingga sekarang Yuri sudah dapat membeli rumah sendiri sesuai dengan yang diinginkannya.

Bergabung sejak 1 Agustus 2015, Yuri menghabiskan waktu tiap hari dengan hampir lebih banyak di gudang sortir untuk selalu memantau proses keluar masuknya barang pengiriman. Hal ini diperhatikan betul olehnya agar tidak terjadi kesalahan pada penempatan barang di gudang, bahkan tak jarang ia harus pulang lebih lama. Proses pengecekan ini tidak bisa dengan mudah untuk dilepas begitu saja, meskipun bekerja dengan tim, Yuri menopang tanggung jawab penuh terhadap alur pergerakan barang di gudang termasuk kondisi kesiapan gudang untuk menampung banyaknya barang yang masuk dan keluar.

Sebagai kepala gudang, Yuri pun harus selalu siap apabila terjadi sesuatu yang menghambat proses operasional di gudang. Kadang kala harus mengorbankan waktu istirahatnya untuk mencari solusi dan mengembalikan proses operasional kembali berjalan lancar. Apalagi sebagai kepala gudang, kerap kali Yuri mendapati permasalahan seperti barang tidak datang, pesanan tidak sesuai, bahkan kesalahan barang yang seharusnya sudah dikirim. Semua itu adalah tanggung jawabnya sebagai kepala gudang, tentu dengan kordinasi yang baik bersama timnya.

“Kegagalan pasti ada, untuk menghadapi itu pastinya membuat saya terus belajar dari kegagalan yang pernah terjadi, kemudian saya telusuri sumber permasalahanya, mencari solusi menyelesaikannya. Kedepannya supaya tidak terjadi lagi kesalahan serupa” , ujar Yuri.

Dalam perjalannya, bermacam persoalan yang dia hadapi termasuk diluar jam kerjanya, mulai dari membiasakan diri dengan segala biaya yang harus dibatasi, dan menemui kendala yang tak terduga. Sementara itu, niat untuk mengejar impiannya terus memotivasi Yuri untuk tidak patah semangat, semuanya dia jalani dengan penuh kesabaran.

Menabung untuk bisa membeli rumah tidak seperti menabung untuk membeli pakaian, butuh waktu dan kedisiplinan agar tetap konsisten dengan tujuan tersebut. Begitu pula yang dilakukan oleh Yuri dari awal dia bekerja. Kini dia berhasil mewujudkan impiannya menjadi nyata memiliki rumah sendiri di daerah Boja, Jawa Tengah. Pencapaian ini menjadi semangat baru baginya dalam bekerja, karena dengan berkomitmen dan ketekunan membuktikan bahwa sebesar apapun yang diinginkan dapat dicapai bukan hanya menjadi impian.