Memilih Menekuni Profesi Sprinter Daripada Karyawan Kantoran

 

Amirudin (29 tahun), yang sebelumnya berprofesi sebagai sprinter di salah satu cabang J&T Express Tangerang menolak berbagai pekerjaan yang lebih baik yang ditawarkan perusahaan swasta lainnya. Ia memilih bekerja sebagai sprinter yang berorientasi pada lapangan dibanding menjadi General Affair di sebuah perusahaan swasta. Keputusan ini ia buat semata-mata karena melihat besarnya peluang industri jasa pengiriman kedepannya, walaupun ia tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam bidang jasa pengiriman.

Melihat prospek industri ecommerce yang akan terus berkembang kedepannya, Amir tetap bertekad menekuni profesi sprinter walaupun mendapat berbagai komentar negatif dan tidak setuju dari sekitarnya. Dalam 2 bulan pertama menekuni profesi sprinter, ia melihat pertumbuhan pesat dari J&T Express hingga mendirikan tambahan drop point di berbagai area lainnya. Amir pun diberikan kesempatan menjadi koordinator di salah satu drop point baru area Tangerang.

Suka duka dijalani Amir saat menjadi koordinator di drop point baru tersebut. Ia memperkenalkan J&T Express pada warga sekitar dengan menyebarkan flyer dan menjelaskan keunggulan dari J&T Express. Dalam kurun waktu 3 bulan, Amir kembali diangkat menjadi supervisor drop point Sepatan hingga saat ini.  “Sungguh kesempatan yang sangat langka dapat naik jabatan dengan waktu sesingkat ini” ujar Pria yang telah bergabung di J&T Express selama lebih dari 2 tahun ini.

Amir terus menanamkan budaya perusahaan dalam tim serta dalam kerjaan yang diembannya. Ia teringat motivasi yang ia terima dari Manager drop point pertama tempat ia bekerja untuk menanamkan budaya perusahaan dalam setiap pekerjaannya maka seluruh pekerjaan akan menjadi lebih mudah dan berjalan dengan lancar. Baginya tidak ada kerja keras yang tidak membuahkan hasil. “Terus bekerja dengan jujur dan tulus serta menanamkan budaya perusahaan maka saya yakin semua masalah dapat dilalui dengan baik” ujar Amir.